Mari Donor Darah




 Gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap orang yang mengenakannya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral orang tersebut dalam masyarakat disekitarnya. Gaya hidup juga bisa diartikan sebagai suatu seni yang dibudayakan oleh setiap orang. Gaya hidup juga sangat berkaitan erat dengan perkembangan zaman dan juga teknologi. Semakin bertambahnya zaman dan semakin canggihnya teknologi, maka semakin berkembang luas pula penerapan gaya hidup oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti lain, gaya hidup dapat memberikan pengaruh positif atau negatif bagi yang menjalankannya. Yah, tergantung pada bagaimana orang tersebut yang ngejalaninnya.
          Dewasa ini, gaya hidup sering disalahgunakan oleh sebagian besar remaja. Apalagi para remaja yang berada dalam kota Metropolitan. Mereka cenderung bergaya hidup dengan mengikuti mode masa kini. Tentu saja, mode yang mereka tiru adalah mode dari orang barat. Jika mereka dapat memfilter dengan baik dan tepat, maka pengaruhnya juga akan positif. Namun sebaliknya, jika tidak pintar dalam memfilter mode dari orang barat tersebut, maka akan berpengaruh negatif bagi mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah gaya hidup sebagian remaja yang mengikuti budaya orang barat adalah mengkonsumsi minum-minuman keras, narkoba, dan barang haram sejenis lainnya. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut, maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau istilah lumrahnya “tidak gaul”. Ini adalah pengertian yang sangat salah. Di era modern ini, memang para remaja dituntut untuk berhati-hati dalam segala hal. Baik dalam pergaulan maupun penerapan kehidupan. Padahal jika diteliti, minum-minuman keras dan narkoba dapat merusak kesehatan dan mental orang yang mengkonsumsinya. Dampak negatif dari minum-minuman keras dan narkoba tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, coba kita mulai flash back berita tabrakan maut yang menjatuhkan 9 nyawa orang yang tak bersalah baru-baru ini. Cukupkah hal ini menjadi sebuah pembelajaran yang memilukan untuk menghentikan trend hidup mengkonsumsi narkoba?
          Sudah saatnya, kaum remaja seperti kita ini  dapat melindungi diri sendiri dengan gaya hidup yang lebih positif. Salah satu contohnya adalah donor darah. Seperti berita yang telah dimuat oleh VOANews edisi 28 Januari 2012Kita butuh donor lebih muda, kenapa lebih muda? pertama karena anda lebih sehat dan lebih lama donornya." tutur Jusuf Kalla, Ketua Palang Merah Indonesia dalam kampanye donor darah sebagai gaya hidup (28/1) di Pusat Kebudayaan Amerika. Donor darah ternyata sudah dijadikan tradisi sukarelawan di Amerika Serikat lho. Bahkan, bulan Januari dijadikan sebagai bulan 'Donor Darah Nasional'. Mari kita tiru budaya negeri Adidaya ini dalam kehidupan kita
          Kenapa donor darah merupakan gaya hidup yang positif??
Karena donor darah itu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kita. Ada 5 manfaat donor darah yakni:
Menjaga Kesehatan Jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
2.  Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.
3.  Membantu Penurunan Berat Tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.
4.  Mendapat Kesehatan Psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.
5.  Mendeteksi Penyakit Serius   
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan berpisah dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerimadonor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah.

Jadi, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena telah membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Jadikan donor darah sebagai gaya hidup kita saat ini.... Mari bergabung di PMI TANGSEL atau PMI JAKARTA untuk mulai donor darah. ^^,,

sumber :
* VOANews
* RSI